Utang Luar Negeri Indonesia dari China Kembali Cetak Rekor Tertinggi, Pinjaman dari AS Terus Menurun
Utang luar negeri (ULN) Indonesia kepada China kembali mencatatkan rekor baru pada Agustus 2025. Berdasarkan laporan resmi Bank Indonesia (BI) yang dirilis pada Rabu (15/10/2025), total posisi ULN Indonesia mencapai US$431,9 miliar, tumbuh 2% secara tahunan (year-on-year). Meski meningkat, laju pertumbuhan ini melambat dibandingkan bulan Juli 2025 yang sempat mencatat kenaikan 4,2% yoy.
Menurut data BI, porsi terbesar ULN Indonesia masih didominasi oleh sektor publik, baik pemerintah maupun bank sentral, diikuti oleh sektor swasta seperti perusahaan non-keuangan dan lembaga keuangan. Namun, yang menarik perhatian kali ini adalah tren pinjaman dari dua negara besar: China dan Amerika Serikat.
Rekor Baru dari China
Utang Indonesia kepada China terus menanjak dan kini mencapai US$24,69 miliar per Agustus 2025. Angka ini merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah hubungan keuangan kedua negara, menyalip rekor sebelumnya pada Juli 2025 sebesar US$24,45 miliar.
Kenaikan ini sejalan dengan peningkatan investasi dan pembiayaan proyek infrastruktur yang banyak melibatkan kontraktor dan lembaga keuangan asal China, seperti proyek kereta cepat, pembangunan kawasan industri, hingga infrastruktur energi. Peran China sebagai mitra strategis dalam pembiayaan pembangunan nasional menjadi salah satu faktor utama di balik lonjakan ini.
Pinjaman dari AS Justru Turun
Di sisi lain, pinjaman luar negeri Indonesia dari Amerika Serikat menunjukkan arah sebaliknya. Nilainya terus menurun dalam beberapa bulan terakhir, sejalan dengan pergeseran sumber pembiayaan global serta strategi diversifikasi utang pemerintah.
Penurunan ini juga mencerminkan perubahan dinamika ekonomi global, di mana suku bunga tinggi di AS membuat pembiayaan dolar AS menjadi lebih mahal. Indonesia tampaknya memilih untuk memperluas kerja sama pembiayaan ke Asia, termasuk dengan China, Jepang, dan Korea Selatan, yang menawarkan skema pinjaman dan investasi lebih kompetitif.
Posisi dan Risiko Utang Masih Terkendali
Meski total utang luar negeri meningkat, Bank Indonesia menegaskan bahwa struktur ULN Indonesia masih dalam batas aman dan terkendali. Sebagian besar utang memiliki tenor jangka panjang dengan rasio terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang tetap terjaga. BI juga menekankan pentingnya menjaga kehati-hatian dalam mengelola portofolio utang agar tidak menimbulkan risiko terhadap stabilitas ekonomi nasional.
Dengan tren peningkatan pinjaman dari China dan penurunan dari AS, arah kebijakan utang luar negeri Indonesia tampak mulai bergeser. Namun, tantangan ke depan adalah bagaimana pemerintah menyeimbangkan kebutuhan pembiayaan pembangunan dengan risiko ketergantungan terhadap satu mitra ekonomi tertentu.